I. LATAR BELAKANG HISTORIS
Sumber : http://pesantrenalihsanbe.or.id/
Pertumbuhan
dan perkembangan pengajaran Agama Islam di negara kita yang berdasarkan
Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, khususnya di daerah Bandung
telah terpadu dengan perkembangan kemasyarakatan, sehingga tercatat
hasil-hasil yang sangat berharga yang dapat dijadikan modal dasar bagi
peningkatan kegiatan-kegiatan pembangunan selanjutnya. Dalam pandangan
Islam, usaha-usaha pembangunan manusia seutuhnya adalah merupakan
kewajiban keagamaan bagi pelaksana amanat Allah SWT. baik berupa ibadah
maupun khilafah. Hal ini merupakan sikap mental yang positip apabila
kita senantiasa mensyukuri segala yang telah tercapai selama ini, sambil
tetap memelihara kebersamaan, persatuan dan kesatuan, karena prestasi
yang telah diraih dalam pembangunan selama ini adalah berkat keakraban
antar ulama dan umara, kekompakan antar masyrakat dan pemerintah.
Pertumbuhan
dan perkembangan pengajaran Agama Islam di negara kita yang berdasarkan
Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, khususnya di daerah Bandung
telah terpadu dengan perkembangan kemasyarakatan, sehingga tercatat
hasil-hasil yang sangat berharga yang dapat dijadikan modal dasar bagi
peningkatan kegiatan-kegiatan pembangunan selanjutnya. Dalam pandangan
Islam, usaha-usaha pembangunan manusia seutuhnya adalah merupakan
kewajiban keagamaan bagi pelaksana amanat Allah SWT. baik berupa ibadah
maupun khilafah. Hal ini merupakan sikap mental yang positip apabila
kita senantiasa mensyukuri segala yang telah tercapai selama ini, sambil
tetap memelihara kebersamaan, persatuan dan kesatuan, karena prestasi
yang telah diraih dalam pembangunan selama ini adalah berkat keakraban
antar ulama dan umara, kekompakan antar masyrakat dan pemerintah.
Kami
bersyukur kehadirat Allah SWT. bahwa minat dan perhatian generasi muda
pada aktifitas keagamaan mengalami peningkatan, bila dibandingkan dengan
keadaan masa-masa yang lalu. Namun hal ini tentunya belum cukup dan
masih memerlukan penanganan yang lebih intensif lagi dalam rangka
meningkatkan pembentukan pribadi, khususnya para remaja.
Di
lain pihak, situasi dan kondisi para pemuda pada saat ini sedang
dihadapkan kepada masalah-masalah intra dan ekstra, sehingga
mengakibatkan kenakalan remaja yang di luar batas kepemudaan, di
antaranya :
- Penyalahgunaan narkotika dan obat-obat terlarang lainnya,
- Sulitnya lapangan kerja terutama bagi remaja putus sekolah,
- Terdapat sebagian remaja yang memiliki pola hidup mewah.
Secara
keseluruhan hal-hal tersebut di atas bukan semata-mata kesalahan remaja
itu sendiri, akan tetapi merupakan akibat dari suatu keadaan yang
diciptakan oleh berbagai pihak baik disengaja maupun tidak, baik
langsung maupun tidak langsung. Disamping itu juga oleh berbagai jenis
hiburan yang tidak sehat, rumah tangga yang tidak harmonis, penyaluran
kreatifitas yang terbatas, kehilangan teladan hidup dari masyarakat dan
sebab-sebab lain yang tidak diciptakan oleh remaja, namun akhirnya
merusak kehidupan remaja itu sendiri.
Sehubungan
dengan permasalahan yang tersebut di atas, kami para alumnus Pondok
Modern Gontor yang berada di Bandung, berusaha dengan kemampuan yang ada
untuk membina para anak-anak lulusan SD dan SLTP. agar tidak
terpengaruh oleh kejamnya kehidupan masyarakat yang semakin bebas tanpa
ada kendali-kendali yang dapat mengendalikan mereka dari berbuat hal-hal
yang dilarang agama maupun negara. Untuk merealisasikan program-program
pemerintah dalam rangka pembentukan manusia yang berilmu dan berakhlak ,
Alhamdulillah telah dapat didirikan suatu lembaga pendidikan
kepesantrenan yang diberi nama " Pondok Modern Miftahul Jannah " di
bawah naungan" Yayasan Pendidikan Islam Miftahul Jannah " dengan Akte
Notaris Komar Andasasmita Nomor 1 tanggal 3 Januari 1991.
Il. LATAR BELAKANG YURIDIS
Dasar pemikiran yang melatar belakangi berdirinya Pondok Pesantren Modern Al-Ihsan adalah:
Il. LATAR BELAKANG YURIDIS
Dasar pemikiran yang melatar belakangi berdirinya Pondok Pesantren Modern Al-Ihsan adalah:

I. Dalam rangka merealisasikan kandungan firman Allah SWT.
a. Surat At-Taubat ayat : 122
وماكان المؤمون لينفروا كافة فلولانفر من كلّ فرقة منهم طائفة ليتفقهوا فى الدين ولينذروا قومهم إذا رجعوا إليهم لعلّهم يحذرون
Artinya
"Tidak sepututnya bagi orang – orang yang beriman itu, pergi semua ke medan perang, sudilah kiranya beberapa dari tiap-tiap golongan di antara rnereka untuk rnernperdalarn pengetuhuan tentang Agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya jika telah kembali kepadanya, agar mereka dapat menjaga diri. "
b Surat Ali Imran ayat : 104
"Tidak sepututnya bagi orang – orang yang beriman itu, pergi semua ke medan perang, sudilah kiranya beberapa dari tiap-tiap golongan di antara rnereka untuk rnernperdalarn pengetuhuan tentang Agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya jika telah kembali kepadanya, agar mereka dapat menjaga diri. "
b Surat Ali Imran ayat : 104
َلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ
بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ
الْمُفْلِحُونَ
ArtinyaDan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar, merekalah orang-orang yang beruntung. "
c. Surat An-Nahl ayat 125.
ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ
الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ
أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ
artinya
Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.
2. Merealisasikan beberapa Hadits Nabi:
a. Hadits tentang tanggung jawabSerulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.
2. Merealisasikan beberapa Hadits Nabi:

حَدِيثُ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا : عَنِ النَّبِيِّ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ أَلَا كُلُّكُمْ رَاعٍ
وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ فَالْأَمِيرُ الَّذِي عَلَى
النَّاسِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى
أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى
بَيْتِ بَعْلِهَا وَوَلَدِهِ وَهِيَ مَسْئُولَةٌ عَنْهُمْ وَالْعَبْدُ
رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُ أَلَا فَكُلُّكُمْ
رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ *
Hadis Ibnu Umar r.a:
Diriwayatkan daripada Nabi s.a.w katanya: Baginda telah bersabda: Kamu semua adalah pemimpin dan kamu semua akan bertanggungjawab terhadap apa yang kamu pimpin. Seorang pemerintah adalah pemimpin manusia dan dia akan bertanggungjawab terhadap rakyatnya. Seorang suami adalah pemimpin bagi ahli keluarganya dan dia akan bertanggungjawab terhadap mereka. Manakala seorang isteri adalah pemimpin rumah tangga, suami dan anak-anaknya, dia akan bertanggungjawab terhadap mereka. Seorang hamba adalah penjaga harta tuannya dan dia juga akan bertanggungjawab terhadap jagaannya. Ingatlah, kamu semua adalah pemimpin dan akan bertanggungjawab terhadap apa yang kamu pimpin (HR. Bukhori dan Muslim).
b. Hadits tentang kuatnya negara
قِوَامُ الدُّنْيَا بِأَرْبَعَةٍ : بِعِلْمِ العُلَمَاءِ وبِعَدْلِ الأُمَرَاءِ وَبِسَخَاوَةِ الأَغْنِيَاءِ وَبِدُعَاءِ الفُقَرَاءِ
Artinya“ Kuatnya dunia dengan empat unsur : dengan ilmu ulama,dengan keadilan penguasa, dengan kedermawanan hartawan, dan dengan do’a kaum fakir”. (HR. Daelami)
c. Hadits tentang peran ulama .
حَدِيثُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ رَضِيَ اللَّهُ
عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ اللَّهَ لاَ يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا
يَنْتَزِعُهُ مِنَ النَّاسِ وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ
الْعُلَمَاءِ حَتَّى إِذَا لَمْ يَتْرُكْ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ
رءوُوسًا جُهَّالاً فَسُئِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا
وَأَضَلُّوا *
Artinya:
Diriwayatkan dari pada Abdullah bin Amru bin al-Ash r.a katanya: Aku pernah mendengar Rasulullah s.a.w bersabda: Allah s.w.t tidak mengambil ilmu Islam itu dengan cara mencabutnya dari manusia. Sebaliknya Allah s.w.t mengambilnya dengan mengambil para ulama sehingga tidak tertinggal walaupun seorang. Manusia memilih orang bodoh menjadi pemimpin, menyebabkan apabila mereka ditanya mereka memberi fatwa tanpa berdasarkan kepada ilmu pengetahuan. Akhirnya mereka sesat dan menyesatkan orang lain (HR. Bukhori ).
Diriwayatkan dari pada Abdullah bin Amru bin al-Ash r.a katanya: Aku pernah mendengar Rasulullah s.a.w bersabda: Allah s.w.t tidak mengambil ilmu Islam itu dengan cara mencabutnya dari manusia. Sebaliknya Allah s.w.t mengambilnya dengan mengambil para ulama sehingga tidak tertinggal walaupun seorang. Manusia memilih orang bodoh menjadi pemimpin, menyebabkan apabila mereka ditanya mereka memberi fatwa tanpa berdasarkan kepada ilmu pengetahuan. Akhirnya mereka sesat dan menyesatkan orang lain (HR. Bukhori ).
d. Pembukaan UUD 1945 alenia keempat tentang mencerdaskan kehidupan bangsa
PONDOK PESANTREN MODERN AL-IHSAN DARI MASA KE MASA
I. MASA AWAL
Dimulai
oleh kedatangan tiga orang alumni Pondok Modern Gontor, yaitu Ust.
Mahrus As'ad, Ust. Dede Rohanda, dan Ust. Suismanto menghadap ke alumni
senior yaitu Ust.KH.Ujang Muhammad HM. yang kebetulan pada saat itu
beliau sedang memimpin sebuah lembaga pendidikan umum (SMP/SMA) yang
berada di J1. Denki Selatan V Kodya Bandung. Mereka bertiga mengutarakan
maksud untuk mendirikan sebuah lembaga pendidikan Islam yang bernuansa
Gontor dan berasrama penuh, yang tidak mengizinkan santrinya pulang
pergi, sehingga mengganggu proses pendidikan dan pengajaran. Untuk
merealisasikan ide yang mulia ini, maka pada tanggal 17 Juli 1989 secara
resmi dirikan sebuah lembaga Pendidikan Islam ala Gontor, yang diberi
nama Pondok Modern Miftahul Jannah, dengan jenjang pendidikan KMI (
Kulliyatul Mu'allimin al-Islamiyah ) yang masa belajarnya enam tahun.
Lembaga itu terletak di Jl. Denki Selatan V Regol Bandung, tepatnya di
lokasi SMP/SMA Sebelas Maret. Tempat belajar/kelas waktu itu masih
menumpang di SMP/SMA Sebelas Maret. Kemudian Bapak KH.U.Muhammad HM.
membuat satu ruangan kamar guru, dan atas sumbangan dari Ibu Drs. Tri
Kusumo bersama kawan-kawan dibuatlah satu unit kamar mandi dan MCK.
Sebelum
didirikan secara resmi, Pondok Modern Miftahul Jannah sejak tahun 1989
mengawali kegiatannya dengan menyelenggarakan Madrasah Diniyah Wustha,
yaitu Madrasah Diniyah yang diperuntukan bagi siswa siswi SMP dan SMA.
Jumlah murid Madrasah tersebut sebanyak 28 orang,masyarakat
sekitar, dengan materi pelajaran: Fiqh, Al-Qur'an, Aqidah, Mahfudhat,
Hadits, Tafsir, Bahasa Arab, Bahasa Inggris dan lain-lain, dengan extra
kurikuler Muhadlarah ( latihan pidato ) dengan tiga bahasa, Bahasa Arab,
Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia.

Pada
tahun pelajaran baru 1989 secara resmi didirikan KMI (kulliyatul
Mua'llimin Al-Islamiyah) 6 tahun setingkat SLTP dan SLTA khusus putra
yang para santrinya wajib tinggal di asrarna. Murid pertama sebanvak 11
orang, yang berasal dari daerah Bandung, Garut, Riau dan Palembang.
Mereka mendapat pengajaran yang materi pelajarannya berasal dari
perpaduan antara kurikulum Depag dan kurikulum Pondok Modern Gontor.
Lokasi
pesantren yang berada di Jl. Denki Selatan V sangat sempit dan sulit
untuk dikembangkan. Para santri berbaur dengan murid SMP dan SMA yang
mengakibatkan pelaksanaan proses pendidikan, pengajaran, disipilin
bahasa dan disiplin-disiplin lainya tidak bisa berjalan secara maksimal.
Maka Bapak pimpinan dan para pembantunya berusaha untuk mencari suatu
lokasi baru yang lebih tepat untuk mendidik dan mengajar
santri-santrinya sehingga tidak terpengaruh oleh hal - hal yang akan
menyulitkan guru dan santri dalam melaksanakan disiplin.
Berkat
usaha maksimal yang disertai dengan do'a dan mujahadah, ditemukan
lokasi baru yang dirasa lebih tepat untuk Pondok Pesantren Modern
Al-Ihsan, yaitu di komplek Masjid Agung al-Muhajirin yang berada di
kecamatan Baleendah daerah Bandung Selatan. Dengan bermodalkan semangat
untuk mengembangkan syiar Agama Islam dan dilandasi oleh semangat untuk
menyebarkan ilmu Allah, maka pada tanggal 8 September 1991, dengan
menggunakan 8 truk sumbangan dari Bapak H.Dede Syarif ( Cimahi),
berhijrahlah guru dan santri dari Jl. Denki Selatan V Bandung ke komplek
Masjid Agung Al-Muhajirin Baleendah, di bawah bimbingan ustadz
Nurbayan ( Tasikmalaya ), ustad Muhammad Zakky (Jakarta ) dan ustad Imam
Thohari ( Kediri ). Dengan peralatan seadanya yang dimiliki dari JI.
Denki, mulailah guru dan santri menempati dua ruangan berukuran 8 x 4
meter yang berada di samping kanan kiri masjid. Fasilitas saat itu
sangat minim, belum tersedia ruang belajar, ruang makan, dapur, MCK dan
sebagainya.
Ruang
belajar memanfaatkan teras masjid, sedangkan ruang tidur menempati dua
ruangan yang ada di kanan kiri masjid. Dapur, ruang makan dan MCK
dibangun dengan sangat sederhana sesuai dengan kemampuan pondok, sedangkan
para ustadz menempati dua kamar kecil bekas WC dan tempat wudlu
yang telah dimodifikasi. Kondisi ini berlangsung kurang lebih selama
tiga tahun. Bangunan Masjid Pemda yang tidak begitu terurus membuat para
guru dan santri tergugah hatinya untuk membenahi dan merawatnya. Sejak
itulah bangunan masjid yang telah dibangun dengan biaya yang tidak
sedikit itu mulai kelihatan `imarahnya setiap hari, karena selalu diisi
dengan kegiatan santri seperti belajar dan shalat jamaah.
II. MASA PERTENGAHAN
Masa
pertengahan ini adalah masa mulai berjalannya pendidikan dan
pengajaraan di Pondak Pesantren Modern AI-lhsan Baleendah, yaitu tahun
1991, setelah berlangsungnya pendidikan di J1. Denki Selatan V No. 35
selama dua tahun. Keadaan di komplek Masjid Agung Al-Muhajirin ketika
itu baru ada satu masjid dan dua kamar mandi yang tidak didukung oleh WC
yang memadai. Para santri memanfaatkan dua ruangan yang, berada
di samping kanan kiri masjid sebagai tempat tidur. Berkat usaha,
mujahadah dan do'a pimpinan, guru dan santri, dalam waktu yang tidak
lama terbangunlah sebuah bangunan untuk ruang kelas, dapur dan asrama santri yang diberi nama Darul Kiffah yang berdiri di atas tanah wakaf dari keluarga Bapak KH.U.Muhammad HM. dan Ibu Hj. Omy Artati seluas 400 M2. Setelah
setengah tahun berada di Baleendah, nama Pondok Pesantren Modern
Miftahul Jannah dirubah menjadi "Darunnadwah," Nama ini diambil dari
kata Baleendah yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Arab. Nama Darunnadwah
hanya berjalan selama setengah tahun, karena setelah dikaji dengan
seksama nama tersebut kurang relevan dengan tujuan dan cita-cita pondok.
Hal itu berkenaan dengan nama sebuah kampung di zaman Nabi yang
digunakan oleh kafir Quraisy sebagai tempat berkumpul mengatur strategi
untuk menghancurkan umat Islam. Akhirnya setelah diadakan musyawarah
pengurus pesantren, nama Darunnadwah berubah kembali menjadi " Miftahul
Jannnah”, dan pada tahun 1994 berubah menjadi Pondok Podern Al-Ihsan Baleendah.
Pondok
Pesantren Modern Al-Ihsan sejak pindah ke Baleendah tahun 1991 sampai
juni 2001 dipimpin oleh tiga orang pimpinan yang disebut Trimurti,
mereka adalah :
1. KH. U. Muhammad HM Karawang
2. Drs. H. Maulana Ibrahim Kuningan
3. Dr. H. Mahrus As’ad, M. Ag. Bojonegoro
Ketiganya
adalah alumnus Pondok Modern Gontor Ponorogo Jawa Timur. Pada bulan
Juli 2001 dilakukan restrukturisasi kepengurusan yayasan Miftahul Jannah
dan kepesantrenan, termasuk pimpinan pondok. Terhitung sejak bulan Juli
2001 Trimurti Pondok Pesantren Modern Al-Ihsan ditiadakan. Pimpinan
Pondok dijabat secara Ex Officio oleh Ketua Umum Yayasan Bapak
KH.U.Muhammad, HM. dengan Wakil Pimpinan Drs. H. Mahrus As’ad, M.Ag.
III. MASA INTEGRASI DENGAN YAYASAN AL-IHSAN SAMPAI SEKARANG
Masa
integrasi ini diawali dengan seringnya pimpinan Yayasan Al-Ihsan yaitu
Bapak Drs.H. Ukman Sutaryan Wakil Gubernur Jawa Barat bagian Ekonomi dan
Pembangunan melaksanakan shalat Jum'at di Masjid al-Muhajirin
Baleendah. Melihat banyaknya santri yang berada di sekitar komplek
Masjid dan mereka berkomunikasi dengan Bahasa Arab, beliau tertarik oleh
pendidikan yang ada di lembaga tersebut. Selang waktu beberapa bulan
berikutnya, diundanglah Pimpinan Pondok Pesantren Modern Miftahul Jannah
KH.U.Muhammad HM. oleh Bapak Drs.H.Ukman Sutaryan selaku Pimpinan
Yayasan Al-Ihsan ke Pemanukan Subang dalam rangka peresmian gedung
dakwah al-Haddad. Di situ terjadi dialog antara Pimpinan Pondok
Pesantren Modern Miftahul Jannah dengan Pimpinan Yayasan Al-Ihsan
mengenai lembaga pendidikan Islam yang dikelola KH.U.Muhammad HM. Dari
hasil pertemuan tersebut ditawarkan tentang penggabungan antara
pesantren dengan yayasan Al-Ihsan. Yayasan menghendaki penyamaan nama
pesantren dengan Al-Ihsan dan berjanji untuk memberikan bantuan sarana
prasarana yang diperlukan oleh pesantren, kata Ukman Sutaryan.
Dalam
dialog itu Bapak Pimpinan Pesantren tidak serta merta menerima tawaran
yang diajukan, meskipun pada prinsipnya pesantren membutuhkan uluran
tangan para dermawan untuk mengembangkan Lembaga Pendidikan Islam yang
dikelolanya.Sepulang dari pertemuan tersebut diadakan musyawarah antara
pimpinan dan guru-guru tentang tawaran yang diberikan oleh yayasan
Al-Ihsan. Hasil musyawarah menyimpulkan, bahwa pengurus pesantren
menerima tawaran itu, namum ada syarat-syarat yang diajukan, di
antaranya : "Masalah operasional pendidikan diserahkan sepenuhnya kepada
Yayasan Miftahul Jannah, dalam hal ini diserahkan kepada para alumnus
Pondok Modern Gontor yang mengelola pesantren tersebut". Yayasan
Al-Ihsan tidak mencampuri masalah pendidikan dan pengajaran.
Pada
tanggal 10 November 1994, bergabunglah Pondok Pesantren Modern Miftahul
Jannah dengan Yayasan Al-Ihsan yang dalam bidang kesehatan mendirikan
Rumah Sakit Islam AI-Ihsan di Baleendah. Peresmian ini diadakan di
gedung pertemuan Rumah Sakit Islam AI-Ihsan Baleendah, dihadiri oleh
para Pimpinan Pondok Pesantren Modern Miftahul Jannah, guru-guru dan
santri-santri beserta Pimpinan Yayasan Al-Ihsan, staff dan para
pengurusnya. Dalam acara ini tidak ada penandatanganan MOU antar
institusi. Maka sejak itulah secara resmi Pondok Pesantren Modern
Miftahul Jannah berubah nama menjadi Pondok Pesantren Modern Al-Ihsan.
Untuk
merealisasikan janji pimpinan Yayasan Al-Ihsan, pada tahun 1995
dimulailah pembangunan tahap pertama dengan menambah satu lantai gedung
Darul Kiffah menjadi dua lantai, yang terdiri dari tiga ruang asrama
santri, satu ruang kamar guru, dan satu ruang kantor untuk Kepala
Sekolah. Pada tahun berikutnya dilanjutkan pembangunan tahap kedua,
yaitu berupa tiga ruang kelas, satu ruang guru dan kepala sekolah, satu
ruang sekretariat pondok dan administrasi, satu ruang warung serba ada
(Wasserba) dan satu unit kamar mandi yang terdiri dari lima kamar mandi
dan lima WC.
Sejak
bergabungnya dua institusi tersebut, Pondok Pesantren Modern Al-Ihsan
beranjak bangun. Dari tahun ke tahun santri semakin bertambah banyak
yang berdatangan dari berbagai daerah di Bandung maupun dari luar
Bandung; bahkan ada yang datang dari luar Pulau Jawa seperti Palembang,
Lampung, Timor Timur dan lain-lain. Namun sejalan dengan usianya yang
kesepuluh dan dengan semakin bertambahnya santri, Pondok Pesantren
Modern Al-Ihsan belum mampu menyediakan sarana dan prasarana yang
memadai bagi para santri. Hal ini ditandai dengan kurangnya asrama dan
kelas yang memadai bagi kelancaran proses pendidikan dan pengajaran
santri.
Dengan
penggabungan kedua institusi tersebut, maka terjadilah hubungan
moral yang saling membantu antara keduanya. Namun secara struktur
keorganisasian masing – masing berdiri
sendiri. Rumah Sakit Islam Al-Ihsan di bawah naungan yayasan Al-Ihsan,
sedangkan Pondok Pesantren Modern Al-Ihsan di bawah naungan Yayasan
Pendidikan Islam Miftahul Jannah.
Sejak
tahun 2005, pondok pesantren modern Al-Ihsan Baleendah dipimpin oleh
seorang pimpinan pesantren dibantu oleh dua orang wakil pimpinan. Mereka
adalah :
- KH. U. Muhammad HM : Pimpinan Pesantren
- Dr. H. Mahrus As’ad, M. Ag. : Wakil Pimpinan I (bidang Pendidikan)
- H. Uwes Qorni, S.S., M. Pd. : Wakil Pimpinan II (bidang administrasi dan keuangan
Dengan
adanya kepemimpinan kolektif yang terdiri dari tiga orang pemimpin,
dibantu dengan pengurus harian yayasan serta para kepala sekolah dan
guru-guru, pesantren Al-Ihsan Baleendah mengalami kamajuan yang cukup
pesat, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas. Namun demikian,
pesantren Al-Ihsan dituntut terus berkembang lebih maju dalam rangka
memenuhi tuntutan zaman yang terus mengalami perubahan yang sangat
cepat. Pesantren juga dituntut agar para alumnusnya mampu memenuhi
tuntutan zaman, baik dalam ilmu agama, umum, akhlak, sains dan
teknologi, sehingga mereka siap dan mampu menjadi motivator pembangunan
masyarakat, di mana pun mereka berada.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar